Peluang Obat Tradisional Dikalangan
ASEAN
Sebagai
anak muda Indonesia kami berusaha
mengisi peluang kami di ASEAN yaitu dengan cara mengembangkan industri obat
tradisional Indonesia, seperti mengenalkan beberapa obat herbal alami yang
dibuat dari tanaman obat yang ada di Indonesia, ke beberapa negara yang berada
di kalangan ASEAN yaitu obat herbal alami yang dibuat dari tanaman obat yang
ada di Indonesia yang mutu dan komposisinya telah teruji secara uji klinik dan
uji pra-klinik. Dengan ini Indonesia dapat unggul di kalangan ASEAN karena
dapat memasok sebagian tanaman obat ke berbagai negara yang berada di belahan
dunia maupun di kalangan ASEAN.
Dengan
potensi yang dimiliki tersebut, Indonesia mempunyai prospek untuk pengembangan
obat tradisional bagi kepentingan kesehatan, produk industri, maupun
pariwisata, dengan sasaran pasar dalam negeri maupun internasional. Industri
obat tradisional telah masuk ke dalam 10 produk prospektif yang perlu
dikembangkan karena memiliki potensi pasar menjanjikan di pasar lokal maupun
global.Terdapatnya tren back to nature mengakibatkan masyarakat semakin
menyadari pentingnya penggunaan bahan alami bagi kesehatan. Masyarakat semakin
memahami keunggulan penggunaan obat tradisional, antara lain: harga yang lebih
murah, kemudahan dalam memperoleh produk, dan mempunyai efek samping yang
minimal.
Jika dibandingkan dengan negara Cina,
India, dan Korea. Indonesia masih lebih berani dalam mengembangkan pengobatan
tradisional. Kita juga dapat mengembangkan obat
tradisional, dengan cara
masyarakat perlu diberikan bimbingan dan pengetahuan mengenai tumbuhan yang
berkhasiat obat. Ini bukan hanya menjadi tugas dari pemerintah, tetapi menjadi
tugas bagi semua pihak yang terkait.
Kepala
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy A Sparringa pada acara Minum Jamu
Bersama Badan POM di Jakarta, Jumat (27/2). Acara bertema "Jamu Warisan
Budaya Kesehatan yang Aman dan Oke" itu bertujuan untuk melestarikan
budaya minum jamu di masyarakat. "Temulawak ini unggulan asli Indonesia.
Walau tanamannya menyebar ke seluruh dunia, tetapi curcuminoid dan minyak
xanthorrizol dari temulawak Indonesia yang paling dicari," kata Roy,
seperti diberitakan kompas.com.