Defender Black Blue

Sabtu, 21 Januari 2017

EKSTRAK



EKSTRAK



Dalam farmakope Indonesia edisi IV, disebutkan bahwa yang dimaskud dengan ekstrak  adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstrak zat aktif dari simplisisa nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudia semua atau hampir semua pelarut diluapkan dan masa atau srbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian sehingga memenuhi baku yang ditetapkan.
Pembuatan
Sebagian besar ekstrak dibuat dengan mengeksraksi bahan baku obat secara perkolasi. Seluruh perkolat dipekatkan secara distilasi dengan pengurangan tekanan agar bahan sesedikit mungkin terkena panas.

INFUSA



INFUSA

Infusa (infus) adalah sediaan cair yang dibuat dengan menyari simplisia nabati dengan air pada suhu 90oC selama 15 menit.
PEMBUATAN
Infusa dibuat dengan menambhakan air secukupnya pada simplisia dengan derajat halus yang sesuai dengan panci. Campuran kemudian dipanaskan diatas penangas air selama 15 menit terhitung mulai suhu mencapai 90oC, sambil sesekali diaduk. Campuran kemudiaan diserkai selagi panas menggunakan kain flanel dan di tambahkan air panaas secukupnya melalui ampas hingga tercapai volume infusa yang di kehendaki. Tanpa keterangan lain,infusa dibuat dengan menggunakan 10% simplisia.
PERSYARATAN
Menurut keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 661/MENKES/SK/VII/1994 tentang persyaratan obat tradisional cairan obat dalam harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
Angka lempeng total : tidak lebih dari 104
Angka kapang dan khamir : tidak lebih dari 103
Mikroba patogen : negatif
Aflatoksin : tidak lebih dari 30 bpj

PENGERTIAN FARMAKOGNOSI



PENGERTIAN FARMAKOGNOSI

Kata farmaognosi  berasal dari dua kata yunani ,yaitu pharmakon yang berarti obat dan gnosis  yang berarti ilmu atau pengetahuan. Jadi, farmakognosi berarti pengetahuan tentang obat.

          Farmakognosi dapat di artikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang bahan alam, terutama dari tumbuh-tumbuhan,hewan,dan mineral yang dapat digunakan dalam pengobatan.

          Definisi yang mencakup seluruh ruang lingkup farmakognosi diberikan oleh fluckiger, yaitu pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang obat.

Contoh SimplisiaYang Berasal Dari Indonesia



Contoh SimplisiaYang Berasal Dari Indonesia


1.      Kayu Secang

Khasiat : Adstringensia.

Daerah asal : daerah Jawa Tengah, terutama daerah Yogyakarta.

2.      Temulawak

Khasiat : Membantu fungsi empedu dan pereda kejang.

Daerah asal : Berasal dari daerah Pulau Jawa.

3.      Cengkeh

Khasiat : Obat mulas, menghilangkan mual dan muntah.

Daerah asal : Maluku.

4.      Pala

Khasiat : Mencret,menghentikan mual,perut kembung, maag, disentri.

Daerah asal : Maluku.

5.      Lada

Khasiat : Karminativa dan iritansia lokal.

Daerah asal : Pulau Bangka.

6.      Daun Pacar Cina

Khasiat : mengurangi haid dan obat gonorrhoe

Daerah asal : tersebar di daerah jawa dan sumatra

Jumat, 13 Januari 2017

peluang obat tradisional dikalangan ASEAN dalam menghadapi MEA



Peluang Obat Tradisional Dikalangan ASEAN

Sebagai anak  muda Indonesia kami berusaha mengisi peluang kami di ASEAN yaitu dengan cara mengembangkan industri obat tradisional Indonesia, seperti mengenalkan beberapa obat herbal alami yang dibuat dari tanaman obat yang ada di Indonesia, ke beberapa negara yang berada di kalangan ASEAN yaitu obat herbal alami yang dibuat dari tanaman obat yang ada di Indonesia yang mutu dan komposisinya telah teruji secara uji klinik dan uji pra-klinik. Dengan ini Indonesia dapat unggul di kalangan ASEAN karena dapat memasok sebagian tanaman obat ke berbagai negara yang berada di belahan dunia maupun di kalangan ASEAN.

Dengan potensi yang dimiliki tersebut, Indonesia mempunyai prospek untuk pengembangan obat tradisional bagi kepentingan kesehatan, produk industri, maupun pariwisata, dengan sasaran pasar dalam negeri maupun internasional. Industri obat tradisional telah masuk ke dalam 10 produk prospektif yang perlu dikembangkan karena memiliki potensi pasar menjanjikan di pasar lokal maupun global.Terdapatnya tren back to nature mengakibatkan masyarakat semakin menyadari pentingnya penggunaan bahan alami bagi kesehatan. Masyarakat semakin memahami keunggulan penggunaan obat tradisional, antara lain: harga yang lebih murah, kemudahan dalam memperoleh produk, dan mempunyai efek samping yang minimal.


Jika dibandingkan dengan negara Cina, India, dan Korea. Indonesia masih lebih berani dalam mengembangkan pengobatan tradisional. Kita juga dapat mengembangkan obat tradisional, dengan cara masyarakat perlu diberikan bimbingan dan pengetahuan mengenai tumbuhan yang berkhasiat obat. Ini bukan hanya menjadi tugas dari pemerintah, tetapi menjadi tugas bagi semua pihak yang terkait.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy A Sparringa pada acara Minum Jamu Bersama Badan POM di Jakarta, Jumat (27/2). Acara bertema "Jamu Warisan Budaya Kesehatan yang Aman dan Oke" itu bertujuan untuk melestarikan budaya minum jamu di masyarakat. "Temulawak ini unggulan asli Indonesia. Walau tanamannya menyebar ke seluruh dunia, tetapi curcuminoid dan minyak xanthorrizol dari temulawak Indonesia yang paling dicari," kata Roy, seperti diberitakan kompas.com.